Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Bea Cukai Dituding Lalai, Rokok Ilegal Semakin Merajalela di Kalbar

Pengawasan Bea Cukai di Kalbar dipertanyakan seiring meningkatnya peredaran rokok ilegal.

REKONFUNEWS.COM, PONTIANAK KALBAR  || Peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai di Kalimantan Barat (Kalbar) semakin merajalela, menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan pengusaha. Dugaan kelalaian dari pihak Bea Cukai Kalbar dalam melakukan pengawasan menjadi sorotan tajam, terutama setelah munculnya berbagai laporan terkait maraknya rokok ilegal yang beredar di pasar bebas.

Ketua Perwakilan Wilayah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPK) RI, Ellysius Aidy, menyebutkan bahwa lemahnya pengawasan dari Bea Cukai Kalbar membuka peluang bagi oknum untuk memanfaatkan situasi ini. “Kami menduga ada unsur kelalaian yang disengaja, sehingga rokok-rokok ilegal ini bisa beredar dengan begitu mudah. Bea Cukai seperti tidak peduli dengan dampak besar dari peredaran rokok tanpa pita cukai ini,” ungkap Aidy pada Kamis, 17 Oktober 2024.

Rokok Ilegal Menyebar Luas di Kalbar
Peredaran rokok ilegal tidak hanya terjadi di Pontianak, tetapi juga di berbagai wilayah Kalbar. Beberapa merek rokok seperti “Era” bahkan sudah dikenal luas sebagai produk tanpa cukai yang dijual dengan harga lebih murah dibandingkan rokok legal. Selain itu, produk-produk ternama seperti LA, Djarum, dan Esse Change Double Klik juga diduga kuat beredar tanpa pita cukai resmi.

BACA JUGA :  Galian C di Singkawang: Siapa yang Berani Menindak ?

Masyarakat Kalbar resah dengan keberadaan rokok ilegal ini, yang tidak hanya merugikan negara dari segi penerimaan pajak, tetapi juga menciptakan persaingan bisnis yang tidak sehat. Rokok ilegal sering kali dijual dengan harga jauh di bawah harga rokok legal, sehingga mempengaruhi penjualan rokok resmi yang patuh terhadap aturan cukai.

Kelalaian Pengawasan Bea Cukai
Aidy menuding Bea Cukai Kalbar sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas semakin maraknya peredaran rokok ilegal. “Ini menunjukkan betapa lemahnya pengawasan di lapangan. Apakah pengawasan ini sengaja dilemahkan atau memang ada keterlibatan oknum yang melindungi para pelaku bisnis rokok ilegal? Ini yang perlu diusut lebih jauh,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa jalur-jalur tikus di perbatasan menjadi titik rawan penyelundupan rokok ilegal, yang sebagian besar masuk melalui jalur tersebut sehingga sulit terdeteksi oleh aparat.

Bea Cukai Enggan Berkomentar
Meski mendapatkan banyak desakan dari masyarakat dan pengamat, Bea Cukai Kalbar memilih bungkam. Ketika dihubungi oleh wartawan, Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJBC Kalbagbar, Murtini, menolak memberikan keterangan terkait tuduhan kelalaian ini. “Minggu depan saja pak, waktu press release,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp pada Rabu, 16 Oktober 2024.

BACA JUGA :  KPK Pastikan Verifikasi Laporan Dugaan Korupsi Jampidsus, Bukti KSST Sudah Lengkap

Sikap diam Bea Cukai ini justru semakin memperburuk spekulasi bahwa ada kelalaian serius dalam tugas pengawasan yang mereka emban.

Kerugian Negara dan Desakan GNPK RI
Rokok ilegal yang beredar tanpa cukai menyebabkan kerugian besar bagi penerimaan negara, terutama dari pajak cukai yang seharusnya menjadi sumber pendapatan penting. GNPK RI mendesak Bea Cukai untuk segera mengambil tindakan tegas dalam menghentikan peredaran rokok ilegal ini.

“Negara rugi besar, dan jika Bea Cukai tidak bisa menangani ini, mereka harus bekerja sama dengan penegak hukum lain seperti Polri atau TNI. Kita tidak bisa biarkan peredaran rokok ilegal terus berlanjut, karena ini merusak ekonomi dan menciptakan masalah sosial di masyarakat,” lanjut Aidy.

Investigasi Lanjutan
Aidy menegaskan bahwa GNPK RI akan melakukan investigasi lebih lanjut terkait dugaan kelalaian Bea Cukai ini. Jika terbukti ada keterlibatan oknum dalam membiarkan peredaran rokok ilegal, GNPK RI tidak akan ragu untuk melaporkannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau penegak hukum lainnya.

Masyarakat dan pengusaha di Kalbar berharap agar Bea Cukai segera bertindak tegas untuk mengatasi peredaran rokok ilegal yang semakin merajalela. Tanpa adanya langkah konkrit, kekhawatiran atas semakin maraknya rokok tanpa cukai ini hanya akan semakin meningkat, dan kerugian negara akan terus bertambah.

BACA JUGA :  Dibalik Distribusi Rokok H Mind, Siapa Zainal Lewaimang Sebenarnya?

( Red )

 

 

Sumber : Ketua GNPK RI Kalbar

BERITA TERBARU YANG DISARANKAN !

Eksplorasi konten lain dari REKONFU NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari REKONFU NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca