REKONFUNEWS.COM, BATAM || Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap stabilitas pangan, sebuah skandal memalukan kembali mencuat di Batam. Sebuah perusahaan di Kawasan Industri Mega Cipta Industrial Park, Batuampar, diduga menjadi pusat praktik pengoplosan beras skala besar, yang ironisnya berlangsung di depan mata aparat dan lembaga pengawasan.
Informasi yang diperoleh Tim Investigasi mengungkapkan, perusahaan tersebut secara sadar mencampur beras kualitas rendah dengan beras medium, lalu mengemas ulang dalam karung bermerek premium. Produk hasil manipulasi ini kemudian dipasarkan ke ritel, menipu masyarakat yang percaya bahwa mereka membeli beras layak konsumsi.
โKegiatan ini sudah berlangsung lama. Semua tahu, tapi tidak ada yang berani bertindak. Sudah jadi rahasia umum kalau ada yang membekingi,โ ujar seorang narasumber internal yang identitasnya dirahasiakan demi keamanan.
ย
Bungkamnya Aparat dan Dugaan Pembiaran
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada langkah tegas dari institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan perlindungan konsumen, seperti:
- Satgas Pangan Kota Batam
- Dinas Perdagangan Kota Batam
- Bea dan Cukai Batam
- Polda Kepulauan Riau (Polda Kepri)
Diamnya institusi-institusi ini memunculkan dugaan pembiaran. Menurut Tim Investigasi, pembiaran terhadap kejahatan pangan adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat.
ย
Ancaman Ketahanan Pangan
Skandal ini bukan sekadar soal beras oplosan, tetapi menyangkut hak rakyat miskin atas pangan yang layak dan bersih. Manipulasi ini mengancam ketahanan pangan nasional dan mempermainkan nasib jutaan warga.
โIni bukan pelanggaran ringan. Ini adalah pembunuhan perlahan terhadap rakyat kecil,โ tegas Tim Investigasi.
ย
Desakan Penindakan dari Pusat
Karena penanganan di level lokal dinilai mandek, media menantang Kementerian Perdagangan RI dan Bareskrim Mabes Polri untuk turun tangan langsung.
Jika aparat di Batam tak mampu atau tak mau bertindak, pusat diminta segera mengambil alih.
โJika tak ada tindakan nyata, sah bagi publik untuk menyatakan bahwa pengawasan pangan di Batam telah gagal total,โ tulis redaksi Tim Investigasi.
ย
Komitmen Membongkar Aktor Intelektual
Tim Investigasi berkomitmen menelusuri siapa saja aktor intelektual di balik praktik iniโbaik dari kalangan pengusaha maupun oknum aparat.
Masyarakat yang memiliki bukti, kesaksian, atau dokumen terkait diimbau melapor melalui kanal resmi media. Identitas pelapor dijamin aman.
Redaksi mengajak publik untuk bersatu melawan kejahatan pangan. Para pelaku harus digiring ke meja hukum, agar kebenaran tegak dan keadilan untuk rakyat dapat terwujud. (Tim)
Eksplorasi konten lain dari REKONFU NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














