REKONFUNEWS.COM, BATAM || Tokoh masyarakat Kepulauan Riau, Yan Fitri, mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kota Batam—khususnya pelaku usaha—untuk menjalin kolaborasi erat dalam sektor energi bersama PT PLN Batam. Ajakan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk mendorong Batam menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Dalam pernyataan resminya, Rabu (19/6/2025), Yan Fitri menegaskan bahwa ketersediaan dan keandalan energi merupakan kunci utama bagi iklim investasi yang sehat. Menurutnya, pengusaha di Batam harus mulai memandang kerja sama dengan PLN bukan sekadar urusan teknis, melainkan strategi jangka panjang untuk menjamin keberlanjutan industri di kawasan tersebut.
“Kalau kita bicara Indonesia Emas 2045, Batam harus jadi pelopor kawasan industri yang mandiri dan tangguh. Dan itu tidak mungkin tercapai tanpa kolaborasi sektor usaha dengan penyedia energi seperti PLN Batam,” tegas Yan Fitri.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para pemilik wilayah usaha dan pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum (IUPTLU) yang telah menandatangani perjanjian jual beli tenaga listrik dengan PLN Batam. Menurutnya, ini adalah contoh konkret kolaborasi yang produktif demi masa depan energi Batam.
Namun, Yan Fitri juga mengingatkan bahwa PLN Batam tidak menerima subsidi dari pemerintah pusat, sehingga memerlukan dukungan nyata dari sektor usaha agar dapat terus memberikan layanan energi yang andal dan kompetitif.
“PLN Batam jalan tanpa subsidi. Maka sudah sewajarnya dunia usaha tidak hanya menuntut pelayanan terbaik, tapi juga mendukung penuh kebijakan kelistrikan yang strategis dan berorientasi jangka panjang,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyinggung status Batam sebagai kawasan perdagangan bebas yang memberikan banyak keuntungan bagi pengusaha, termasuk bebas bea masuk barang impor. Menurutnya, hal tersebut seharusnya diimbangi dengan komitmen sosial untuk menjaga keberlangsungan infrastruktur dasar seperti listrik.
“Pengusaha di Batam sudah sangat diuntungkan dari sisi biaya impor. Saatnya mendukung pembangunan infrastruktur energi. Tanpa listrik yang stabil, industri tak bisa jalan,” katanya.
Yan Fitri menegaskan bahwa kolaborasi energi antara PLN Batam dan pengusaha akan menciptakan iklim usaha yang lebih sehat, menarik lebih banyak investor, dan mempercepat pembangunan daerah menuju visi nasional.
“Kalau kita ingin Batam jadi pilar utama Indonesia Emas 2045, maka energi harus jadi prioritas. Dan energi hanya bisa dijaga kalau kita semua bergandengan tangan,” pungkasnya.
Dalam upaya menuju Indonesia Emas 2045, kolaborasi antara PLN Batam dan dunia usaha menjadi kunci keberhasilan. Dengan semangat gotong royong dan visi jangka panjang, Batam diharapkan mampu tampil sebagai kota industri modern yang mandiri secara energi, berdaya saing global, dan inklusif bagi semua lapisan masyarakat. (*)
Eksplorasi konten lain dari REKONFU NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












