Dukungan Pemerintah Desa untuk Petani Milenial
Keberhasilan para petani milenial di Desa Jimbar juga tidak terlepas dari peran pemerintah desa. Pada tahun 2024, Desa Jimbar dinobatkan sebagai Desa Terbaik di Provinsi Jawa Tengah serta menjadi salah satu dari tiga desa yang memperoleh predikat Desa Antikorupsi di Kabupaten Wonogiri. Prestasi ini menjadi bukti bahwa desa tersebut memiliki tata kelola yang baik dan berintegritas.
Sutrisno, Kepala Desa Jimbar, menyampaikan bahwa saat ini ada sekitar 40 pemuda di desanya yang sukses menjadi petani milenial dengan mengembangkan berbagai tanaman hortikultura, termasuk cabe tampar. Ia menekankan bahwa bertani bukanlah pekerjaan yang harus dihindari, tetapi justru dapat menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi.
“Menjadi petani itu asyik, jangan takut kotor. Justru dengan bertani, kita bisa mandiri dan menghasilkan pendapatan yang luar biasa,” ungkap Sutrisno. Ia juga mengajak generasi muda untuk mengubah pola pikir mereka tentang pertanian.
“Jangan hanya mencari rumput dan menanam padi atau palawija, tetapi mari kita tingkatkan pola pikir menjadi petani nalari, bukan sekadar petani naluri,” tegasnya.
Sutrisno pun memberikan dorongan semangat bagi para petani muda di Indonesia untuk terus berjuang dan memberikan kontribusi terbaik, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun bangsa. “Petani adalah tulang punggung bangsa. Jika generasi muda mau bertani dengan cara modern, bukan tidak mungkin kesejahteraan bisa meningkat secara signifikan,” pungkasnya.
Dengan semakin berkembangnya pertanian berbasis hortikultura di Desa Jimbar, harapan untuk mewujudkan pertanian yang lebih maju dan sejahtera semakin nyata. Kesuksesan para petani milenial ini membuktikan bahwa sektor pertanian tetap relevan dan dapat menjadi pilihan karir yang menguntungkan bagi generasi muda. [*]
Eksplorasi konten lain dari REKONFU NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












