Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Pemekaran Provinsi Surakarta Dinilai Solusi Atasi Kemiskinan di Jawa Tengah

Kusumo Putro mengusulkan pembentukan Provinsi Surakarta sebagai langkah tepat dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan mengurangi tingkat kemiskinan di Jawa Tengah

Dr. BRM. Kusumo Putro, SH., MH., saat menyampaikan analisis yuridis pembentukan Provinsi Surakarta kepada awak media. (Dok-RekonfuNews)
Dr. BRM. Kusumo Putro, SH., MH., saat menyampaikan analisis yuridis pembentukan Provinsi Surakarta kepada awak media. (Dok-RekonfuNews)

REKONFUNEWS.COM, SOLO – Usulan pembentukan Provinsi Surakarta kembali mencuat dan mengundang perhatian luas. Salah satu tokoh masyarakat Solo, BRM Kusumo Putro, SH, MH, menilai bahwa pemekaran wilayah ini bukan sekadar wacana politik, melainkan solusi konkret untuk mengatasi kemiskinan yang masih tinggi di sejumlah wilayah Jawa Tengah bagian timur.

Menurut Kusumo, Provinsi Jawa Tengah saat ini menghadapi beban yang terlalu besar karena harus mengelola 35 kabupaten/kota dengan berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan pembangunan yang kompleks. Hal ini membuat pelayanan publik dan distribusi anggaran seringkali tidak merata.

“Pemekaran menjadi Provinsi Surakarta akan memecah beban administratif dan birokrasi. Dengan begitu, daerah-daerah yang selama ini tertinggal bisa lebih cepat ditangani dan diberdayakan,” ujar Kusumo saat ditemui di Sukoharjo, Kamis (26/06/2025).

BACA JUGA :  Dukcapil dan BSSN Perbarui Standar Keamanan Teknologi Administrasi Kependudukan

 

Kemiskinan di Jateng Timur Masih Tinggi

Data dari BPS dan lembaga riset menunjukkan bahwa angka kemiskinan di sejumlah daerah Jawa Tengah bagian timur, seperti Wonogiri, Blora, Grobogan, dan Sragen, masih tergolong tinggi. Penyebab utamanya adalah akses terbatas terhadap pendidikan, layanan kesehatan, lapangan kerja, dan infrastruktur penunjang ekonomi.

“Kalau pelayanan publik dikelola lebih dekat, seperti dalam struktur provinsi sendiri, tentu akan lebih cepat dalam penanganannya. Tidak harus menunggu prioritas dari ibu kota provinsi di Semarang,” tambah Kusumo.

 

Provinsi Surakarta Dinilai Lebih Efisien dan Responsif

Usulan pembentukan Provinsi Surakarta dinilai dapat menciptakan struktur pemerintahan yang lebih ramping, efisien, dan responsif. Dengan ruang lingkup lebih kecil dan fokus lokal yang lebih kuat, pemerintah provinsi baru ini bisa langsung menyasar akar masalah di tiap daerah.

“Contoh sederhana, dalam bidang pendidikan dan kesehatan, provinsi baru bisa mengatur sendiri zonasi, pengadaan fasilitas, dan rekrutmen tenaga profesional sesuai kebutuhan daerah, tanpa harus bersaing anggaran dengan daerah lain di Jawa Tengah bagian barat atau utara,” jelasnya.

BACA JUGA :  Pelantikan Kepala Daerah 2025: Ujian Kepemimpinan di Tengah Harapan Rakyat

 

15 Daerah Diusulkan Gabung Provinsi Surakarta

Provinsi Surakarta yang diusulkan mencakup 15 kabupaten/kota yang memiliki ikatan geografis, historis, dan sosial yang kuat dengan Solo. Wilayah-wilayah ini antara lain:

  1. Surakarta
  2. Sukoharjo
  3. Boyolali
  4. Klaten
  5. Sragen
  6. Wonogiri
  7. Karanganyar
  8. Grobogan
  9. Blora
  10. Jepara
  11. Ngawi (Jawa Timur)
  12. Magetan (Jawa Timur)
  13. Ponorogo (Jawa Timur)
  14. Pacitan (Jawa Timur)
  15. Bojonegoro (Jawa Timur)

“Daerah-daerah ini punya potensi luar biasa, tetapi sering tertinggal karena tidak mendapat porsi perhatian dan anggaran yang proporsional. Dengan menjadi provinsi sendiri, anggaran pusat bisa langsung masuk dan dikelola secara lokal,” kata Kusumo.

 

Potensi Ekonomi dan Infrastruktur Sudah Siap…

 

BERITA TERBARU YANG DISARANKAN !

Eksplorasi konten lain dari REKONFU NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari REKONFU NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca