Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Pekerja Morena Dipaksa Vulgar dan “Open BO”, Pemerintah Batam Bungkam?

Diamnya pemerintah dan aparat penegak hukum soal skandal Morena Batam menjadi sorotan tajam dari publik dan aktivis

Motor dan mobil terlihat parkir di depan Klub Morena Batam, di tengah derasnya sorotan media dan desakan investigasi publik. (Dok. Red.)
Motor dan mobil terlihat parkir di depan Klub Morena Batam, di tengah derasnya sorotan media dan desakan investigasi publik. (Dok. Red.)

REKONFUNEWS.COM, BATAM – Skandal mengejutkan mengguncang dunia hiburan malam Kota Batam. Klub malam populer bernama Morena menjadi sorotan setelah terungkap dugaan kuat eksploitasi seksual terhadap para pekerja perempuan yang dipaksa tampil vulgar dan melayani tamu dalam praktik “open BO” (booking out) terselubung. Ironisnya, hingga kini pemerintah Kota Batam dan aparat terkait belum memberikan pernyataan resmi, memicu kecurigaan publik terhadap kemungkinan adanya pembiaran sistematis.

Dibohongi, Dipaksa Vulgar, Lalu Diancam

Salah satu korban yang berhasil diwawancarai awak media mengungkapkan kisah pilu yang dialaminya. Ia mengaku dijanjikan pekerjaan sebagai penari profesional (dancer) oleh agensi berinisial DS, namun setelah masuk ke dalam sistem kerja Morena, aturan berubah total.

BACA JUGA :  Insiden Sabtu Dini Hari di First Club Batam: Ini Klarifikasi Resminya

“Saya diminta pakai bikini, bra, dan celana dalam. Bahkan, ada sistem open BO yang diberi kode CD3. Kalau tidak mau, kami diancam blacklist dan tidak bisa bekerja di tempat hiburan lain di Batam,” ungkap korban dengan suara gemetar.

Lebih tragis lagi, saat korban berniat keluar dari pekerjaan tersebut, pihak agensi menolaknya secara kasar:

“Kamu sudah masuk Morena, wajib kerja. Tidak bisa mundur.”

Serikat Buruh: Ini Bukan Pelanggaran Biasa, Tapi Eksploitasi Manusia!

Serikat Buruh 1992, melalui ketuanya Paestha Debora, SH, angkat bicara keras terkait kasus ini. Ia menyebut apa yang terjadi di Morena sebagai bentuk eksploitasi sistematis terhadap perempuan yang melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 dan UU No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja.

BACA JUGA :  Perbudakan Modern di Batam? Klub Malam Morena dan Agensi DS Diduga Perdagangkan Pekerja Perempuan

“Ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tapi sudah masuk ranah pelecehan seksual, eksploitasi tenaga kerja, dan indikasi kuat perdagangan manusia. Pertanyaannya: di mana Disnaker Batam? Mengapa tempat ini masih bebas beroperasi?” tegas Debora.

Agensi DS Tidak Berizin Tapi Bertindak Layaknya Majikan

 

BERITA TERBARU YANG DISARANKAN !

Eksplorasi konten lain dari REKONFU NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari REKONFU NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca