Rekonfunews,com, Pohuwato – Penambang lokal Merah Putih Paguat Dengilo melakukan pengangkatan sedimentasi di drainase Tersier di tiga desa yang ada di Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).
Tiga desa yang menjadi titik pengangkatan sedimentasi di drainase Tersier itu adalah Desa Kemiri, Desa Bunuyo, dan Desa Molamahu.
Tiga desa itu memang memiliki hamparan persawahan yang cukup luas. Pengangkatan sedimentasi yang ada di drainase areal persawahan itu merupakan wujud komitmen dari para penambang lokal Merah Putih Paguat dan Dengilo.
1900 meter pengangkatan sedimentasi itu terbagi di tiga desa yaitu, 1000 meter di Desa Bunuyo, 500 meter di Desa Kemiri, dan 400 meter di Desa Molamahu
Hal ini juga dilakukan karena sebelumnya Penambang Lokal Merah Putih juga telah melakukan normalisasi sungai yang ada di Kecamatan Dengilo. Sehingga ini merupakan bentuk tindak lanjut yang langsung diinisiasi oleh penambang lokal untuk mengangkat sedimentasi yang ada di drainase Tersier areal persawahan masyarakat.
Pekerjaan pengangkatan sedimentasi lumpur di areal persawahan ini juga langsung mempekerjakan masyarakat lokal di masing-masing desa tersebut. Dalam artian, dalam sisi ekonomi juga masyarakat setempat yang langsung merasakan manfaatnya.
Ikbal Rasyid mengaku kegiatan ini merupakan upaya dan perhatian khusus dari para penambang lokal. Tentu pengangkatan sedimentasi ini akan terus dimaksimalkan secara nyata agar dapat dirasakan manfaatnya oleh para petani itu sendiri.
โKurang lebih 2 Km saluran pembagi di tiga desa yang saluran tertutup endapan lumpur akan benar teratasi sehingga dapat melancarkan sistem pengairan di areal persawahan,โ ungkap Ikbal Rasyid.
Tak hanya itu, Ikbal juga mengatakan perlahan dirinya bakal menegaskan kepada para penambang lokal agar senantiasa bagaimana caranya melakukan aktivitas penambangan dengan tetap memikirkan masyarakat yang ada di hilir. Sehingga pekerjaan yang berdampingan dengan masyarakat lain tetap berjalan aman dan damai.
โKami akan menegaskan kepada para penambang rakyat untuk bagaimana cara menambang yang tetap memikirkan mereka (masyarakat) yg ada di hilir,โ jelasnya.
Disamping itu Kepala Desa Bunuyo, Nikson Husain mengaku bersyukur dengan adanya bantuan dari para penambang lokal Merah Putih Paguat Dengilo.
Ia juga mengaku pengangkatan sedimentasi lumpur yang ada di drainase areal persawahan para petani ini lebih dimaksimalkan kembali. Tentu pengangkatan sedimentasi di drainase ini sangat dibutuhkan para petani. Sebab memang tiap musim tanam itu para petani sangat membutuhkan air guna mengairi areal sawah mereka.
โSaya sangat bersyukur, para penambang lokal telah memberikan bantuan pengangkutan sedimentasi di tiga desa termasuk di Desa Bunuyo. Alhamdulillah sepanjang 1000 meter sedimentasi sementara diangkat di drainase. Semoga bantuan ini tak hanya kali ini saja. Semoga ini akan terus berkelanjutan dengan secara lebih maksimal lagi,โ ungkap Nikson Husain.
Sanada dengan hal itu, salah satu petani Desa Bunuyo, Sugianto S. Nawai juga mengaku sangat terbantukan dengan adanya pengangkatan sedimentasi di drainase Tersier ini.
Karena saat ini kata dia para petani di Desa Bunuyo, Kemiri, dan Molamahu sudah masuk ke tahap penghamburan benih. Itu artinya tidak lama lagi kami akan melakukan penanaman.
โAlhamdulillah, terimakasih saya dan mewakili para petani. Atas bantuan dari penambang lokal, drainase yang kami sangat butuhkan ini mulai diangkat sedimenya. Kami bersyukur ada sekitar 1000 meter yang mulai dikerjakan oleh para penambang lokal dengan memberdayakan masyarakat petani itu sendiri yang diambil sebagai pekerja,โ ucap Sugianto.
Eksplorasi konten lain dari REKONFU NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












