Banner IDwebhost
Banner IDwebhost
DAERAH  

Pohon Cinta Jadi Objek Wisata Termahal di Willayah Kabupaten Pohuwato

REKONFUNEWS.COM, POHUWATO – Sebagian masyarakat yang merangkap sebagai pedagang di objek wisata pohon cinta mengeluhkan terkait pemasangan portal yang dinilai mendatangkan kerugian bagi kaum masyarakat.

Pasalnya, sejak di berlakukannya Portal keluar-masuk area pohon cinta, para masyarakat sekaligus pedagang banyak yang angkat kaki dan juga gulung tikar.

“Kami sangat merasa dampak negatifnya pada saat pemasangan portal, kemarin kita itu ramai berdagang disini, namun setelah munculnya itu (portal) para pedagang lain sudah menghilang,” terang Taufik Rahman mewakili masyarakat dan juga pedagang di pohon cinta, Senin (23/05/2022).

Taufik mengatakan orang-orang yang hendak berwisata di pohon cinta akan berpikir dua kali untuk mengeluarkan biaya operasional makan dan lain-lain karena mereka juga harus membayar retribusi parkir dan hal itu juga berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dipungut dari masyarakat yang berdagang.

BACA JUGA :   Seorang Oknum Kepala Dinas Pohuwato Terindikasi Penyalahgunaan Aset Kantor

“Sebelumnya, orang-orang kalau datang kemari dengan membawa uang Rp. 20.000 itu sudah cukup, selain berwisata mereka sudah bisa makan dan juga minum. Tapi kalau sekarang sudah harus lebih dari itu dan mereka juga tidak bisa berlama-lama karena dapat di kenakan biaya retribusi parkir. “Lebe bae torang makan di luar daripada di pohon cinta”, jatuhnya image objek wisata Pohon Cinta itu mahal dan Itu yang saya dengar langsung dari para pengunjung,” imbuhnya.

Olehnya Taufik berharap, Pemerintah Daerah Pohuwato dapat memperhatikan wilayah objek wisata pohon cinta dan dapat mengambil kebijakan terkait hal tersebut.

BACA JUGA :   Pani Gold Project Bantu Penanggulangan Kasus Malaria di Kabupaten Pohuwato

“Kiranya dari pihak pemerintah dapat memperhatikan kami para pedagang dan juga dapat memperbaiki fasilitas seperti lampu karena di pohon cinta itu kalau malam hari itu minim penerangan, sudah banyak lampu yang tidak hidup, dan bisa memasangkan pemantau keamanan berupa CCTV karena kalau sudah malam ada aktivitas miras dari anak muda dan juga balap liar,” ungkapnya.

Disisi lain, Salah satu pedagang kecil di pohon cinta, Ahmad Pulonggodu mengalami hal yang sama semenjak di operasikannya portal akses keluar-masuk, objek wisata pohon cinta menjadi minim pengunjung.

“Mungkin mereka berpikir panjang, kalau mo beli pop ice Rp 5.000 mo babayar parkir juga 5.000 karena sudah berkaitan dengan portal, semakin lama dorang di sini semakin basar pembayarannya,” pungkasnya.

BACA JUGA :   Wujud Ketahanan Pangan, TNI Bersama Forkopimda Pohuwato Tanam 6000 Bibit Cabai

[Red].

BERITA TERBARU YANG DISARANKAN !
Bagikan Artikel :