Banner IDwebhost
Banner IDwebhost
OPINI  

Pimpinan Media Realita News Angkat Bicara Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan

Pimpinan Media Realita News Angkat Bicara Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan

RekonfuNews.com, Cilacap || Viral, Kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi. Hadi Try Wasisto R dari media Realita News dan Tulus Pratomo dari Buser Indonesia di keroyok masa hingga luka luka memar di badannya.

 

Berdasarkan informasi yang didapat, peristiwa tersebut di latar belakangi oleh pengusaha peternak babi yang mengerahkan preman dan sekelompok orang untuk menyelakai kedua wartawan di rumahnya wilayah Desa Selarang, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Sabtu Sore (30/04/2022) sekitar pukul 16.00 Wib.

BACA JUGA :   Dirjen UNESCO : Sekitar 400 Jurnalis Tewas Selama Lima Tahun Terakhir di Negara yang Mengalami Penurunan Kebebasan Pers

 

Mengetahui kabar tersebut, Aktivis Pers Jawa Tengah Ardhi Solehudin yang juga selaku Pemimpin Perusahaan Media Realita News dan Realita Jaya Sakti tidak tinggal diam dan merasa geram. Ardhi berharap kepada pihak kepolisian usut tuntas pelaku sekaligus dalang atas tindakan kekerasan tersebut.

5297341988

 

“Mohon kepada pihak Polda Jateng khususnya Polres Cilacap untuk mengusut tuntas dalang dibalik tindakan kekerasan terhadap saudara kita Waka Pemred Realita News yaitu Hadi Try Wasisto R,” tegas Ardhi.

BACA JUGA :   Pengaruh Berbagai Teknik Pengeringan Terhadap Kandungan Gizi yang Dihasilkan

 

Lanjut kata dia,” Saya sangat mengecam tindakan kekerasan terhadap jurnalis, padahal jurnalis ini hanya melakukan kewajibannya untuk mendapatkan informasi aktual bagi masyarakat,” kata Ardhi.

 

Menurut Ardhi, aksi kekerasan ini merupakan pelanggaran serius Undang Undang (UU) 40 Tahun 1999 tentang Pers.

 

“Kasus seperti ini tidak bisa didiamkan, karena ini merupakan serangan pada kebebasan pers dan masuk ke tindak pidana serius karena telah menghalangi dan menghambat kegiatan jurnalistik,” tegas Ardhi.

 

Lebih lanjut, menurut Ardhi,” Kalau memang ada yang mau ditanyakan, cukup ditanya baik baik saja tidak perlu memanggil sekelompok masa atau preman. Tidak usah melakukan kekerasan. Kita ini hidup di era kebebasan pers, sangat disayangkan kalau hal semacam itu masih terjadi terhadap tugas wartawan,” pungkasnya.

BACA JUGA :   Sambut Hari Mangrove Sedunia PT. Pelabuhan Indonesia Tanam 32.000 Batang Mangrove di Cilacap

[Red-Ozzy]

BERITA TERBARU YANG DISARANKAN !
Bagikan Artikel :