Banner IDwebhost
Banner IDwebhost
DAERAH  

Lewat Rapat Pra Hambur, Petani Minta Proyek Irigasi Taluduyunu Selesai Tepat Waktu

Rekonfunews.com, Pohuwato – Proyek rehabilitasi saluran irigasi yang terletak di Desa Taluduyunu memberikan dampak yang sangat signifikan bagi para petani di Kecamatan Buntulia dan Duhiadaa.

Kabarnya, sudah 2 kali para petani gulung tikar (gagal panen) akibat kekurangan air imbas proyek perbaikan Irigasi Taluduyunu, situasi kian diperparah saat Pohuwato dilanda musim kemarau panjang.

Untuk mengantisipasi hal tersebut agar tak terulang kembali, Pemerintah Kecamatan Duhiadaa, Buntulia dan Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Pohuwato menggelar rapat pra hambur bersama para kelompok petani, Jum’at (10/11/2023)

BACA JUGA :   Bupati Saipul Tinjau Proses Pengerukan Sedimen Irigasi Duhiadaa

Salah satu yang menjadi penekanan pada rapat tersebut adalah memastikan proyek rehabilitasi saluran irigasi Taluduyunu selesai tepat waktu di tanggal 24 Desember

Camat Duhiadaa, Ali Mbuinga meminta kepada pihak pelaksana agar aspirasi ini dapat diseriusi dengan baik, mengingat takan lama lagi para petani di Kecamatan Duhiadaa dan Buntulia memasuki masa tanam Padi.

Ia meminta kepada pihak pengelola proyek bendungan Taluduyunu mendahulukan pekerjaan 2 irigasi, yakni saluran irigasi primer dan sekunder

“Selaku Pemerintah, kami berharap kepada pihak pelaksana untuk memaksimalkan waktu yang tersisa”, pinta Camat.

Hal yang senada juga disampaikan Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Pohuwato, H. Umar Etango. Ia mengaku sangat prihatin nasib para petani Buntulia dan Duhiadaa yang menderita akibat Proyek Irigasi.

BACA JUGA :   Gorontalo-Pohuwato dilanda Banjir, Ikan Lele Jumbo silaturahmi ke ruma warga

Umar mengatakan permasalahan ini sangat serius agar persoalan pekerjaan irigasi Taluduyunu segera rampung di Desember 2023 mendatang

“Permasalahan yang dihadapi petani salah satunya pengerjaan irigasi. Dimana jika tidak tepat waktu ini akan menghambat pelaksanaan penanaman”, jelasnya

Selain kesulitan air, minimnya fasilitas penunjang seperti alat dan mesin pertanian (Alsintan) menjadi kendala tersendiri bagi para petani. Ditambah sulitnya memperoleh bahan bakar jenis Solar

“Alat mesin masih terbatas, termasuk susahnya mencari bahan bakar seperti solar. Selama ini ketika sudah masuk waktu pengelolaan sawah petani sulit mendapatkan solar. Olehnya harapan kami ke depan petani bisa lebih diutamakan”, harap Umar. (Edi) 

BERITA TERBARU YANG DISARANKAN !
BACA JUGA :   Dihari Bhayangkara ke 77 Tahun, Nasir Giasi Doakan Kelancaran Tugas Polri
Bagikan Artikel :