Banner IDwebhost
Banner IDwebhost
DAERAH  

Komunitas Layangan di Randangan Pertahankan Tradisi Alangga Bulia

Rekonfunews.com, Pohuwato – Puluhan pecinta olahraga layangan di Kecamatan Randangan mengikuti ajang perlombaan layangan di Desa Motolohu

Jenis layangan yang diperlombakan adalah layangan tradisional Gorontalo alangga bulia yang memiliki arti pelinggir burung.

Menariknya, seluruh rangkaian perlombaan tersebut masih mempertahankan tradisi lokal. Seperti penggunaan media batok kelapa dan air sebagai penunjuk waktu pertandingan.

BACA JUGA :   Diduga Jadi Pengedar Pil Koplo dan Obat Tanpa Izin, Dua Wanita Asal Pohuwato Ditangkap Polisi

Meski hujan perlombaan tetap berjalan. Terlihat para pilot tetap semangat menunjukan kemampuan dan keterampilan mengendalikan layangan miliknya.

Ketua Komunitas Layang-layang Jamur Roni Ton Naduwo menjelaskan perlombaan layangan tersebut bertujuan untuk menjaga dan melestarikan eksistensi tradisi para pendahulu di Gorontalo.

5297341988

Selain itu, sebagai ajang silaturahmi antar komunitas pecinta layangan di Kabupaten Pohuwato pada umumnya dan di Kecamatan Randangan khususnya.

BACA JUGA :   Patroli Dialogis Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Polsek Cikeusal

“Ini sudah menjadi tradisi nenek moyang kami di Gorontalo, jadi dengan adanya kegiatan seperti ini bisa menambah saudara baru dan mempererat silaturahmi”, kata Roni.

Setiap peserta yang mengikuti lomba dikenakan biaya pendaftaran Rp 50.000. Uang hasil pendaftaran itu digunakan untuk kebutuhan teknis perlombaan dan hadiah pemenang.

“Setiap 3 layang-layang itu harga pendaftarannya 50 ribu. Jadi tergantung banyaknya peserta, kalau pesertanya banyak otomatis hadiahnya besar”, tandas Roni. (Edi) 

BERITA TERBARU YANG DISARANKAN !
BACA JUGA :   Lewat Aksi Damai, Wartawan Desak Polres Pohuwato Tangkap Pelaku Penganiayaan Wartawan
Bagikan Artikel :