Banner IDwebhost
Banner IDwebhost

Kepala Desa Pohuwato Diduga Lakukan Pungli Terhadap Penerima Sertifikat Gratis

Kepala Desa Pohuwato Diduga Lakukan Pungli Terhadap Penerima Sertifikat Gratis

Rekonfu News, Pohuwato Nasib yang cukup malang dialami salah satu masyarakat di Desa Pohuwato, Kecamatan Marisa dikarenakan dirinya merasa telah tertipu dan dimanfaatkan oleh Oknum Kepala Desa Pohuwato.

Pasalnya, kepada media, dirinya mengungkap perlakuan dari Oknum Kepala Desa yang melakukan pungutan liar terhadap penerima sertifikat gratis dari program Presiden melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Pada saat pertemuan rapat, pihak panitia di desa itu bilang kepada kami sertifikatnya gratis tapi setelah sertifikatnya itu sudah ada didesa dan kami mau ambil itu sertifikat malahan kami dimintakan uang,” ungkap salah masyarakat yang tak mau namanya di sebutkan, Jumat (25/02/2022).

BACA JUGA :   Empat Pejabat Dispertan Diperiksa Terkait Dugaan Pelanggaran Pengelolaan Pasar Ikan Balekambang

Terkait jumlah uang yang dimintakan, dirinya mengungkapkan bahwa uang yang dimintakan dari pihak Panitia Desa untuk menebus sertifikat tersebut adalah sebesar 250 ribu.

“Pada saat dari pihak pertanahan yang akan melakukan pengukuran, dari pihak panitia desa pernah memintakan biaya sebesar 50.000 ribu dan saat telah selesai sertifikatnya, penebusannya itu mereka mintakan uang sebesar Dua Ratus Lima Puluh Ribu,” jelasnya.

BACA JUGA :   Kekerasan di Demak: LSM dan Wartawan Diserang oleh Debt Collector
5297341988

Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh awak media kepada salah staf yang mengurus sertifikat tersebut mengatakan bahwa pungutan tersebut dilakukan atas perintah dari pihak Kepala Desa Pohuwato.

“Kalo soal ini saya tidak terlalu mengetahuinya, yang jelas ini atas perintah beliau (Kepala Desa),” ungkapnya.

Disela itu, saat dikonfirmasi, Kepala Desa Pohuwato, Sahrianto Lamapa membenarkan hal tersebut dan dirinya mengatakan bahwa uang sejumlah 250.000 tersebut untuk biaya materil dan operasional dari kepengurusan sertifikat tersebut

“Sertifikat itu memang gratis, tapi hal ini kita tidak pungut itu soalnya mereka ini juga hanya tau bersih kan. Jadi uang 250 itu sudah masuk di materai, besi, dan lain-lain” tuturnya.

BACA JUGA :   Polres Jepara Digugat Praperadilan Terkait Kasus Dugaan Perzinahan.

Terkait biaya sejumlah 50.000, dirinya mengatakan bahwa uang tersebut merupakan biaya suguhan dari Desa untuk membayar petugas yang melakukan pengukuran tanah.

“So jadi budaya orang gorontalo ini kan masa orang mo datang tidak ada yang torang mo kase ini,” ucapnya. 

(Piko)

BERITA TERBARU YANG DISARANKAN !
Bagikan Artikel :