Banner IDwebhost
Banner IDwebhost
DAERAH  

Kades Karangetan Minta Polda Gorontalo Jangan Keruhkan Suasana

RekonfunNews, Pohuwato Kepala Desa Karangetan, Kecamatan Dengilo Nahemya Bawole mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap langkah-langkah Kapolda yang melakukan pemecatan terhadap beberapa angota kepolisian termasuk (AY) alias Arianto.

Menurutnya, pemecatan tersebut bukanlah solusi melainkan memperkeruh suasana sehingga bisa memicu terjadinya polemik di kalangan masyarakat yang menginginkan uang mereka kembali.

Okelah di negara kita ini adalah negara hukum, tapi kita lihat dulu manfaatnya apa, saya faham memang disini banyak masyarakat yang dirugikan, namun harus kita carikan solusi faktor penyebabnya,” lanjut Nahemya dengan nada kesal.

BACA JUGA :   Polantas Blora Larang Kereta Kelinci Beroperasi Di Jalan Raya

Nahemya membeberkan, sebanyak 42 ribu masyarakat Gorontalo yang terlibat dalam infestasi bodong ini, kata Nahemya, dari banyaknya masyarakat yang mengikuti Infestasi bodong tersebut jika melakukan langkah-langkah yang tidak sesuai jalur hukum, apakah mampu aparat kepolisian menangani masyarakat

5297341988

Apakah Kapolda Gorontalo mampu menahan banyaknya masyarakat yang jika sudah mengambil langkah yang tidak sesuai jalur hukum? Saya hanya ingin mengatakan rakyat hanya ingin kebijakan lebih dari kapolda, dan uang rakyat harus kembali, walaupun hanya pokokknya,” tandasnya.

BACA JUGA :   Ketum GBNN Kita Harus Menjadi Garda Terdepan Menjaga Persatuan Kesatuan NKRI

Disisi lain, salah satu masyarakat desa karangetang yang menjadi korban dari investasi bodong FX family, Vintje Bawole mengatakan bahwa dirinya telah menginvestasikan uanganya ke salah satu admin sebesar 70 juta dengan perjanjian kontrak 1 tahun.

“Saya merasa percaya untuk menginvestasikan uang tersebut karna orang tersebut (AY), merupakan bagian dari pihak berseragam, artinya yang mengingikan masyarakat di desa ini maju,” tuturnya.

BACA JUGA :   Jelang Nataru, Bupati dan Forkopimda Pohuwato Sidak Harga Bahan Pokok di Pasar Marisa

 

Oleh kepercayaan itu, Vintje Bawole mengungkapkan bahwa rata-rata uang yang digunakan oleh sebagian masyarakat di desanya untuk melakukan investasi, yaitu uang yang dihasilkan melalui pinjaman di bank, menjual kebun, sapi, gadai rumah serta motor

“Harapan kami, uang kami itu tetap di kembalikan. Ada titik terangnya minimal pengembalian modal,” ungkapnya.

(Piko)

BERITA TERBARU YANG DISARANKAN !
Bagikan Artikel :