Banner IDwebhost
Banner IDwebhost
DAERAH  

Berbakti Untuk Negeri Badan Riset dan Inovasi Nasional Gelar Pelatihan Kultur Tani Pisang

REKONFUNEWS.COM, KABUPATEN TANGERANG II Badan Riset dan Inovasi Nasional Bersama Zulfikar Hamonangan SH, Anggota Dewan DPR-RI Komisi VII Fraksi Partai Demokrat Gelar acara ” Berbakti Untuk Negeri” bertempat di UPT Badan Latihan Kerja ( BLK ) Desa Pasir Muncang, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.Minggu 05 – 06 – 2022.

Yang di hadiri oleh Zulfikar Hamonangan SH Anggota Dewan DPR-RI Komisi VII Fraksi Partai Demokrat, Rudi Hartono, ADD, NT, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Dr Dwinita Wikan Utami Kepala Riset Kultur dan perkebunan ( BRIN ), Audy Ikhsan Arief Kabid Pelatihan dan Produktivitas, Suparman KA, UPT Latihan Kerja ( BLK ), Suwandi Mantan Kepala Desa Pasir Muncang , Serta para Kelompok Tani Pisang .

BACA JUGA :   Sidak mendadak, Camat Buntulia Lakukan Pembinaan dan Pengawasan Bagi Aparat Desa

Dalam sambutannya Zulfikar menyampaikan Yang telah hadir di tengah-tengah kita melaksanakan agenda pelatihan yang tentu sangat melelahkan dari pagi hari sampai dengan siang hari ini, yang waktunya mungkin bapak-bapak juga tersisa, namun di saat harusnya ini hari libur tapi tidak menurunkan semangat untuk mengikuti pelaksanaan pelatihan Tani Pisang.

Jadi model pisang yang terbaru sekarang pisang yang sangat terkenal di supermarket namanya pisang Gapenis atau tulisan mereknya Sunrise.

Bukan dunia bukan lagi Indonesia penghasil pisang terbesar di dunia, sekarang adalah India bayangkan tanah kita, kalsium tanah yang kita miliki itu rata-rata adalah tanah yang paling subur untuk menanam pisang, untuk kultur tanah yang ada di Indonesia artinya tidak mudah tidak sulit kita untuk mengembangkan pisang, ada yang sudah melakukan kegiatan usaha pisang tapi tidak perlu panen pisang, tapi dia hanya menjual bibit” Ucap Bang Zul.

BACA JUGA :   Penuhi Janji, Bupati Bawa Bayi di Pohuwato Berobat di Makassar
5297341988

Rudi Hartono, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, dalam wawancaranya dengan awak media mengatakan, Nantinya ke depan, harusnya ini ada kerjasama dinas pertanian, supaya ini bisa dilakukan monitoring, jadi berkelanjutannya ini di budidayakan, berlanjut atau tidak di kembang biakkan, di budidayakan pelatihan itu tidak ada dampaknya, yang punya monitoring untuk melakukan supaya ini di budidayakan atau di kembang biakkan di masyarakat, memang seyogyanya ini harus ada dinas pertanian, tapi karena ini mereka, mudah mudahan harapan kedepannya dinas pertanian dilibatkan oleh teman-teman dari pusat”tutur nya

BACA JUGA :   Polisi Gagalkan Transaksi Obat Keras Terbatas di Kecamatan Lengkong Sukabumi

Yang sebenarnya untuk kepentingan daerah kita berharap banyak, kita bisa bantu fasilitasi cuma memang ada keterbatasan terkait dengan tugas pokok untuk pelatihan nya boleh, tapi untuk kelanjutan nya tidak bisa karena bukan lagi ranah Disnaker melainkan ranah nya dinas pertanian” tutup Rudi.

( Red : Galih RM )

BERITA TERBARU YANG DISARANKAN !
Bagikan Artikel :